Daun Encok (Plumbago Zeylanica Linn) merupakan tanaman semak perdu yang dapat kita jumpai berada disekitar kita. Tanaman daun encok ini biasanya ditanam di pekarangan, halaman depan rumah dan juga terkadang hidup secara liar hutan. Plumbago terdiri dari sekitar 25 spesies yang ada di seluruh dunia. Sedangkan dalam bahasa Inggris nama lain dari tanaman daun encok ini ialah  Ceylon leadwort, doctorbush dan wild leadwort. Beberapa daerah di Indonesia menyebutnya dengan Ki Encok (Sunda), Oporio (Timor), Kareka 9Madura). Menurut sejarah asal usul tanaman daun encok ini berasal dari Asia Tenggara. Persebaran tanaman daun encok tersebar luas di daerah tropis dan subtropis. Ciri-ciri fisik tanaman daun encok ini memiliki daun yang agak lemas sedikit mengkilap dengan bunga yang berwarna putih. Fungsi dan kegunaan tanaman daun encok ini berguna sebagai tanaman pagar hidup dan juga pakan ternak. Seperti namanya daun Encok selain digunakan untuk mengobati penyakit encok ternyata juga bermanfaat untuk pengobatan penyakit lainnya.


Daun encok pahit, beracun dan bersifat tonik. Beberapa bahan kimia yang terkandung pada adaun diantaranya leucodelphinidin, quercitin-3-rhamnoside,dan petals azaleatin-3-rhamnoside.Bagian akar mengandung plumbagian,3-chloroplumbagin dan 2- methylnaphtazarin, chitratone, elliptinone, maritinone, methyllene-3,3-diplumbagin, zeylanone, dan isozeylanone. Zat plumbagian mempuyai sifat keras dan beracun sehingga menyebabkan kulit melepuh seperti luka bakar. Efek farmokologis yang dimiliki daun encok,diantaranya menghilangkan sakit otot dan meluruhkan air kencing.

Daun adan akar daun encok dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit berikut.

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya :

1.Gangguan kencing


Cuci bersih 10 g daun encok segar,tumbuk,lalu tambahkan 1 sendok makan kapur sirih,Remas-remas campurkan bahan lalu balurkan keatas perut.

2.Sakit kepala


Ambil 2 helai daun encok,oles dengan minyak kelapa atou minyak zaitun secukupnya.layungkan diatas api kecil,letakan di kedua pelipis atou dibawah kedua telinga selama 5-10 menit.

3. Sakit pinggang dan encok


Cuci bersih 15 g daun encok segar,tumbuk,lalu tambahkan 1 sendok makan kapur sirih.Remas-remas campuran bahan laen balurkan kebagian tubuh yang sakit.

Manfaat Khasiat daun Encok Untuk Mengobati Gangguan Kencing sakit Kepala Sakit Pinggang dan Encok

Ciplukan atau dalam nama latin dikenal dengan Physallis peruviana merupakan tanaman yang hidup di semak semak dan hidup sendiri. Bentuk pohon ciplukan yang tumbuh tegak dengan tinggi tanaman antara sekitar 30 cm sampai 50 cm. Batangnya berwarna hijau persegi, dan bercabang. Daun berseling dan berlekuk, bertangkai 7-25 mm, dengan bentuk bulat telur memanjang dan ujungnya lancip. Ukuran panjang 3,5-10 cm dan lebar 2,5 cm. Pada permukaan daun bagian atasa berwarna hijau,  dan permukaan bawah berwarna hijau muda dan berambut halus. Buah ciplukan kerap dianggap sebelah mata oleh sebagian orang. Selain karena biasanya hidup disemak-semak, rasanya pun kurang familiar pada kebanyakan lidah orang Indonesia. Bunga buah keluar dari pangkal, buahnya berbentuk seperti lampion atau lentera, bila sudah masak berwarna kuning, rasanya manis agak keasam-asaman. Namun, saat buah ciplukan sudah matang yang ditandai dengan warna kulit buahnya yang kuning kemerahan disertai dengan tekstur buah yang lembut, buah ini akan terasa manis dan sensasi kenyal yang berbeda. Tanaman ciplukan biasanya tumbuh secara sendiri pada suatu bidang tanah. Mungkin agak susah untuk ditemukan di area perkotaan.Ketinggian tanah yang baik untuk ciplukan tumbuh adalah sekitar 0-1.800 meter di atas permukaan laut. Ciplukan ini memang bisa kita temui dimana saja diseluruh nusantara, namun Asal tanaman ciplukan ini sebenarnya dari daerah tropis di Amerika latin.


Beberapa daerah diIndonesia menyebutnya dengan ceplukan (Jawa Tengah), Jorjoran (Madura) cecendet (Sunda), keceplokan (Bali).

Dalam farmakologi cina, disebutkan ciplukan memiliki rasa pahit dan bersifat sejuk. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam ciplukan diantaranya chlorogenikacid (C27H44O-H2O), asam sitrun, fisalin, asam malat, alkaloid, tanin, kriptoxantin, gula, vitamin C dan elaidic acid. Efek farmakologis yang dimiliki oleh ciplukan, di antaranya analgetik, peluruh air seni, penetral racun, pereda batuk, dan mengaktifkan fungsi kelenjar-kelenjar tubuh.

Akar, daun, dan buah ciplukan dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut :

Mengobati Penyakit Ayan.


Cuci bersih 8-10 butir buah ciplukan lalu makan secara rutin.

Mengobati Bisul.


Cuci bersih 10 helai daun ciplukan lalu giling sampai halus. Turapkan halusan daun pada bisul dan sekelilingnya lalu balut dengan kain. Ganti obat dan balutannya 2 kali sehari.

Mengobati Borok.


Cuci bersih 20 helai daun ciplukan, giling halus bersama 2 sendok makan air kapur sirih. Tempelkan hasil gilingan pada borok atau luka. Lakukan secara rutin sampai sembuh.

Mengobati Influenza, Sakit Tenggorokan, Gondongan, Pembengkakan Prostat, Batuk Rejan, dan Pembengkakan Buah Pelir (orchitis).


Cuci bersih 9-15gr seluruh bagian tumbuhan ciplukan. Rebus dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas, lalu minum 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.

Mengobati Kencing Manis (diabetes mellitus).


Cuci bersih 9-15gr seluruh bagian tumbuhan ciplukan. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring lalu minum sekaligus 1 gelas sehari.

Mengobati Sakit Paru-Paru.


Cuci bersih 9-15gr seluruh bagian tumbuhan ciplukan. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1,5 gelas. Setelah dingin, saring, lalu bagi menjadi 3 bagian yang sama banyak. Minum airnya 3 kali sehari, masing-masing 1 bagian.

Manfaat Khasiat Ciplukan Untuk Mengobati Ayan Bisul, Borok, Influenza sakit ternggorokan gondongan pembengkaan prostat batuk rejan kencing manis paru paru.

Daun jintan (Plectranthus Amboinicus sin. atau Coleus Amboinicus) kita kenal sehari hari sebagai tanaman rempah yang digunakan sebagai bumbu dalam berbagai masakan. Tanaman jintan merupakan tanaman yang tumbuh dengan cepat, biasanya ditanam di kebun dan dalam pot. Budidaya tanaman dengan cara stek batang dan penanaman benih dari biji. Pertumbuhan tanaman di iklim kering, dataran rendah dan sebaiknya berada di tempat yang setengah teduh. Jintan akan tumbuh subur di wilayah subtropis dan tropis, tetapi juga bisa ditanam dalam ruangan ditempat yang dingin. Kebutuhan air tidak perlu banyak, jaga kelembaban tanaman agar tidak terlalu lembab. 

Tanaman ini merupakan terna tahunan dengan pangkal berkayu. Batang beruas, tumbuh keatas mencapai tinggi 1 meter.Bentuk daun jinten tunggal, berdaging, berbentuk bulat telur, berwarna hijau muda dan harum jika diremas. Aroma daun merupakan kombinasi yang berbau tajam terdiri dari oregano, thyme dan terpentin. Pada ujung dan pangkal berbentuk runcing dengan tepian bergerigi, kecuali pada pangkal daun. Tulang daun menyirip dan bercabang sehingga membentuk seperti jala. 
Ciri permukaan daun berambut tebal seperti beledu berwarna putih. Panjang daun antara 5 hingga 7 cm, dan lebar 4 hingga 6 cm. Bunga majemuk berupa tandan sepanjang 20 cm. Bunga ini keluar dari ujung percabangan dan ketiak daun, cirinya berwarna biru keunguan. 


Beberapa daerah di Indonesia mengenal jintan dengan sebutan Sukan (Melayu), bangun bangun (batak), daun kambing 9Madura), Ajiran (Sunda), Godong Jinten (Jawa), iwak (Bali), dan Kunu etu 9Timor). Sedangkan dalam bahasa Ingris disebut dengan caraway seeddan China menyebutnya dengan Pan Ling Moung.

Tumbuhan daun jinten memiliki rasa getir, beraroma harum, hangat, agak kusam dan membuat sensasi rasa tebal dilidah Beberapa bahan kimia yang terkandung pada daun jinten, di ataranya kalium dan minyak asiri 2% yang mengandung karvakrol serta fenol. Efek farmakologis daun jinten, di antaranya peluruh kentut, penghilang lelah dan letih, anti-asma, penurun panas, anti-septik, pengencer dahak, anti-batuk, serta astringen. 

Bagian daun atau seluruh bagian dari tumbuhan daun jinten dapat dimanfaatkan untuk penyakit sebagai berikut :

Sebagai Aphrodisik (Obat Kuat).


Cuci bersih 7 lembar daun jinten makan sebagai lalap. Lakukan secara rutin.

Mengobati Ayan (phrodis).


Cuci bersih 30 helai daun jinten, 10 lembar daun ngokilo, 25 lembar daun lenglengan, 40 lembar daun sambiloto, 8tangkai kecil daun meniran, dan 3 jari gula enau. Potong kecil-kecil semua bahan lalu rebus dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 seperempat gelas. Setelah dingin, bagi air rebusan menjadi 3 bagian yang sama banyak untuk diminum 3 kali sehari.

Mengobati Asma dan Batuk.


Cuci bersih 10 lembar daun jinten segar dengan air matang, tumbuk sampai halus seperti bubur. Peras, saring, lalu minum sekaligus 1 kali sehari, dan gosokkan ampas ke seluruh badan.

Mengobati Batuk Rejan.


Cuci bersih 3/4sendok teh biji daun jinten, giling sampai halus, lalu seduh dengan setengah cangkir air panas. Tambahkan 1 sendok makan madu, aduk sampai rata, lalu minum sekaligus saat hangat. Lakukan dengan cara dan dosis yang sama 2 kali sehari.

Mengobati Demam.


Cuci bersih 10 helai daun jinten segar ukuran sedang dengan air matang tumbuk sampai halus sehingga seperti bubur. Peras, saring, lalu minum sekaligus 1 kali sehari, dan gosokkan ampasnya ke seluruh badan.

Memperbanyak ASI.


Cuci bersih daun jinten secukupnya lalu dibuat sup. Makan supnya 2 kali sehari.

Mengatasi Perut Kembung.


Cuci bersih 5 lembar daun jinten segar sampai bersih, tumbuk sampai halus, lalu seduh dengan setengah cangkir air panas. Saring seduhannya lalu minum sekaligus 1 kali sehari.

Mengobati Rematik.


Cuci bersih 20 helai daun jinten segar lalu giling sampai halus. Tambahkan aior kapur sirih secukupnya, aduk rata, remas, lalu simpan dalam wadah yang kering. Oles dan gosokkan bubur daun secara merata pada bagian yang sakit. Lakukan 3-4 kali sehari.

Mengobati Sariawan.


Cuci bersih 5 helai duan jinten segar ukuran sedang dengan air matang lalu kunyah perlahan. Telan air sari daun yang diperoleh lalu buang ampasnya.

Mengobati Sakit Kepala.


Cuci bersih 4 lembar daun segar lalu tumbuk halus sehingga seperti bubur. Borehkan pada kedua pelipis.

Manfaat Khasiat daun Jintan Atau Jinten Untuk Mengobati Ayan Asma batuk Rejan Demam Memperbanyak ASI Perut Kembung Rematik sariawan sakit kepala dan Obat Kuat

Daun Prasman (Eupatorum Triplinerve Vahl) merupakan Daun dari tanaman yang dikenal bukan asli Indonesia namun berasal dari Amerika. Tumbuhan ini dapat tumbuh di dataran rendah, hingga ketinggian 1.600 meter dari permukaan laut. Tumbuhan ini memiliki ciri fisik yang beda dengan tumbuhan lain. Hampir semua batangnya berkayu, beruas-ruas, bercabang, berambut tebal dan merah muda, daunnya tunggal, dengan letak berhadapan, bentuknya lanset, berujung runcing, pangkal meruncing, tepi rata, permukaannya licin dengan tiga tulang daun yang melengkung, panjang 5 – 8 cm, lebar 1 – 2 cm, dan berwarna hijau. Bunga berbentuk majemuk, keluar dari ujung batang, panjang tangkai bunga kurang lebih 4 mm, kelopak lepas, terdiri dari 5 daun kelopak dan warnya hijau keunguan. Mahkotanya berbentuk bintang, kecil, berambut putih, ungu kemerahan. Buah berupa buah kendaga. Perbanyakan dengan biji atau setek akar.


Daun prasman memiliki rasa klhas yang menyengat dan berbau cumarine. beberapa bahan kimia yang terkandung dalam daun prasman diantaranya minyak terbang cumarine, dimethylester thymohydrodiinon, ayepin, timohidrokuinon, saponin, flavonoida, dan polifenol. Efek farmakologis daun prasman, di antaranya anti-diare, penurun panas, dan astringen. 

Bagian daun dari tumbuhan daun prasman dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit berikut :

Mengobati Panas Dalam dan Peluruh Kencing.


Cuci bersih 20gr daun prasman segar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum 2 kali sehari masing-masing setengah gelas.

Mengobati Sakit Kepala, Borok, dan Terkena Sengatan Kalajengking.


Cuci 50 halai daun prasman, tumbuk halus, lalu tambahkan sedikit air sampai menjadi adonan. Campurkan adonan dengan minyak kelapa atau minyak zaitun secukupnya lalu simpan dalam wadah kering. Untuk sakit kepala, oleskan pada dahi dan pelipis, sedangkan untuk borok serta terkena sengatan kalajengking, oleskan pada bagian yang sakit.

Manfaat Khasiat Daun Prasman Untuk Mengobati Sakit Kepala Borok Tersengat Kalajengking Dan Obat Peluruh Kencing

Daun Sendok ( Plantago Mayor) merupakan salah satu tanaman kebun yang sering kali di anggap sebagai tanaman gulma ataupun tumbuhan pengganggu. Namun, belakangan ini banyak penelitian yang di lakukan terhadap tanaman ini. Bahkan, banyak yang menyebutkan bahwasannya kandungan yang terdapat di dalamnya sangat baik bagi kesehatan tubuh kita, terutama untuk mata, ginjal hingga mengobati diabetes. Namun selain dari pada itu masih banyak lagi manfaat tanaman obat daun sendok untuk kesehatan.

Di berbagai daerah, daun sendok memiliki nama panggilan yang berbeda-beda. Seperti halnya torongoat (minahasa), kuping manjangan (melayu) ki urat ceuli (sunda), suri panduk (Jawa), serta nama lainnya seperti otot-otoan, sangka buah, daun urat-urat dan sebagainya.


Daun sendok sendiri masih tergolong ke dalam famili kiurat-uratan dengan habitat hidup yang banyak di temukan pada habitat perkebunan teh dan juga karet. Pertumbuhannya tegak dan pada umumnya hanya dapat tumbuh mencapai ketinggian 20 cm. Tumbuhan ini berdaun tunggal menyerupai sendok bulat dengan bagian pinggir bergerigi berwarna hijau. 

Tumbuhan daun sendok memiliki rasa manis dan bersifat dingin. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam daun sendok di antaranya plantagin, aucbin, ursolic acid, β-sitosterol, vitamin A, B1, dan C, kalium, arabinose, galacturonik acid, adenine, choline, catalpol, stearic acid, arachidic acid, linolemic acid, serta lenoleic acid. Efek farmakologis yang dimiliki daun sendok, di antaranya anti-radang, peluruh kencing, peluruh dahak, menghentikan batuk, anti-septik, memperbaiki penglihatan, dan menormalkan fungsi hati.

Seluruh bagian tanaman termasuk biji daun sendok dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit berikut :

Mengobati Air Kencing Berdarah.


Cuci bersih daun sendok secukupnya, tumbuk, lalu peras sampai diperoleh 1 gelas air perasan. Minum air perasan sekaligus bersama 1 sendok makan madu 1 kali sehari.

Mengoabti Diare.


Cuci bersih 30gr daun sendok segar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum 2 kali sehari, masing-masing setengah gelas.

Mengatasi Gangguan Pencernaan pada Anak.


Sangrai biji daun sendok secukupnya, tumbuk sampai menjadi bubuk, lalu simpan dalam toples kering. Untuk anak berumur 4-12 bulan, berikan 3-4 kali sehari, masing-masing setengah gr. Anak berumur 1-2 tahun, berikan 3-4 kali sehari, masing-masing 1gr.

Mengobati Saluran Kencing Terganggu.


Cuci bersih daun sendok secukupnya, tumbuk, llau peras sampai diperoleh setemngah gelas air perasan. Minum sekaligus bersama 1 sendok makan madu 1 kali sehari.

Mengobati Mimisan.


Cuci 15gr daun segar, tumbuk, lalu peras sampai diperoleh setengah gelas air perasan. Minum sekaligus bersama 1 sendok makan masu 1 kali sehari.

Manfaat Khasiat Daun Sendok Untuk Mengobati Kencing Berdarah Diare Gangguan Pencernaan Pada Anak Saluran Kencing Terganggu Mimisan

Daun Suji (Pleomele angustifolia N.E Brown) adalah tanaman yang sejenis tanaman perdu dimana bagian daunnya memiliki kemiripan bentuk dengan daun pandan. Hal tersebut menyebabkan selama ini, banyak orang yang keliru menganggap daun suji adalah daun pandan. Meski memang secara kasat mata keduanya memiliki bentuk hampir yang sama, namun daun suji dan daun daun pandan sendiri terdiri  dari 2 tanaman yang berbeda.

Suji memiliki panjang seperti pita, terdapat tulang daun di bagian tengahnya serta tepi daun pandan yang bergerigi tajam. Sedangkan panjang daun suji tidak tajam atau bergerigi serta tidak ada tulang daun di bagia tengahnya.

Daun suji dan daun pandan memiliki wrna yang berbeda. Jika daun pandan memiliki wrna hijau muda yang mengkilap, sedangkan daun suji memiliki hijau tua yang mengkilap. Daun pandan sering kali di gunakan untuk membuat aroma kue wangi, sedangkan daun suji sering kali di guinakan sebagai pewarna alami kue atau sering kita lihat dalam membuat jelly atau dawet.

Tumbuhan daun suji memiliki rasa yang tidak pahit, berbau harum dan bersifat dingin. Beberapa bahan kimia yang terdapat dalam daun suji diantaranya saponin dan flavonoid. Efek farmakologis akar daun suji, di antaranya nyeri lambung dan penawar racun, sedangkan daun untuk anti-inflamasi serta anti-disentri.

Bagian daun, akar, dan batang dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut :

Mengobati Disentri dan Beri-Beri.


Cuci bersih 20gr daun suji segar, rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum sekaligus 1 kali sehari.

Mengobati Kencing Nanah.


Cuci 20gr daun suji segar dengan 1 gelas air sampai airnya tersisa setengah gelas. Dinginkan, saring, lalu minum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari masing-masing setengah gelas.

Mengobati Nyeri Lambung.


Cuci bersih 20gr akar daun suji segar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum sekaligus 2 kali sehari masing-masing setengah gelas.

Mengatasi Nyeri Haid.


Cuci bersih 20gr daun suji segar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring, lalu minum sekaligus 1 gelas sehari.

Penawar Racun.


Cuci bersih 20gr akar daun suji segar lalu rebus dengan 2 gelas air  sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum sekaligus 1 gelas sehari.

Manfaat Khasiat Daun Suji Untuk Mengobati Disentri Beri Beri Kencing nanah Nyeri Lambung Nyeri Haid Penawar Racun

Daun Ungu (Graptophyllum pictum) adalah tanaman tradisional yang terdapat di Papua Nugini yang kemudian menyebar luas ke Indonesia. Di beberapa daerah, daun ungu juga dikenal dengan sebutan nama demung, tulak, wungu, daun temen-temen, handeuleum, karotong, temen, kadi-kadi, kobi-kobi dan daun putri. Di Jawa, daun ungu tumbuh sampai pada 1250 mdpl. Untuk habitatnya, biasanya daun ungu tumbuh di tempat yang banyak disinari matahari. Selain itu pula, ia tumbuh di tempat yang lembab, dan hangat. 

Tanaman ini tumbuh subur di daerah tropis, tinggi tanaman bisa mencapai 6 kaki, dan merupakan tumbuhan perdu yang tegak. Batangnya berkayu, beruas, permukaan batang licin dengan warna ungu kehijauan. Ciri daun tunggal, bertangkai pendek, bentuk daun bulat, tulang daun menyirip. Pada bagian atas daun tampak mengkilap dan tepinya rata. Ciri-ciri bunga majemuk yang tampak keluar pada ujung batang. Rangkaian bunga tandan berwaran keunguan dengan panjang 3-12 cm.  Ciri-ciri buah dapat ditandai dari bentuknya kotak lonjong dan berwarna ungu kecoklatan.  Akar tanaman daun ungu berjenis tunggal dan berwarna coklat muda.


Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam tumbuhan daun ungu diantaranya alkaloid non-toksik, glikosid, steroid, saponin, tanin, kalsium oksalat, asam formik, dan lemak. Efek farmakologis daun ungu, di antaranya peluruh kencing, mempercepat pemasakan bisul, pencahar ringan (mild laxative), dan pelembut kulit (emolient). bunga untuk haid tidak lancar, sedangkan daun untuk sembelit dan wasir.

Bagian daun, kulit batang, dan bunga daun ungu dapat dimanfaatkan untuk mengobnati penyakit sebagai berikut :

Mengatasi Haid Tidak Lancar.


Cuci bersih 1 genggam bunga daun ungu kering, seduh dengan 5 gelas air panas. Minum air seduhan beberapa kali sampai habis dalam sehari.

Mengobati Wasir.


Cuci 10gr daun ungu segar, rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum 2 kali sehari, masing-masing setengah gelas.

Mengatasi Sembelit.


Cuci bersih 7 helai daun ungu segar, rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum sekaligus 1 gelas sehari.

Manfaat Khasiat Daun Ungu Untuk Mengobati Haid Tidak Lancar Wasir Dan Sembelit

Delima (Punica Granatum L) adalah tanaman buah tanaman yang berasal dari Persia dan daerah Himalaya di India Selatan. Buah delima yang tersebar di Indonesia ada tiga jenis yang dikelompokkan berdasarkan warna buahnya, yakni delima putih, delima merah, dan delima hitam. Dari ketiga jenis itu yang paling terkenal adalah delima merah. Delima merah memiliki rasa lebih manis dan segar, sedangkan delima putih rasanya lebih sepat dan kesat serta kurang manis. Delima putih dan delima hitam agak sulit ditemukan di pasaran. 

Tinggi pohon delima merah kurang lebih mencapai 5 meter, menyukai tanah gembur yang tidak terendam air dan memiliki beberapa varietas. Memiliki daun tunggal, bertangkai pendek, letaknya berkelompok, mengkilap, berbentuk lonjong dengan pangkal lancip, ujung tumpul, tepi rata, tulang menyirip, ukuran panjang daun 3-7 cm dan lebar 0,5-2,5 cm, warna hijau. Bunga tunggal bertangkai pendek, keluar di ujung ranting atau di ketiak daun paling atas. Biasanya terdapat satu sampai lima bunga, warnanya merah, putih atau ungu. Berbunga sepanjang tahun. Kulit buahnya tebal dan warnanya beragam seperti hijau keunguan, putih, coklat kemerahan atau ungu kehitaman. Buahnya berbentuk bulat dengan diameter 5-12 cm, beratnya kurang lebih 100 – 300 gram, terdiri dari biji-biji kecil, tersusun tidak beraturan, berwarna putih sampai kemerahan. Perbanyakan dengan stek, tunas akar atau cangkok.

Beberapa sebutan Delima dibeberapa daerah di Indonesia diantaranya : Dalimo (Batak), Glimo (Aceh), Glimeu mekah (Gayo), Talima 9Bima), Dhalima (Madura). Bahasa inggris menyebutnya dengan pomegranate sedangkan China menyebutnya dengan shi liu.

Delima memiliki rasa asam pahit dan bersifat hangat. Beberapa bahan kimia yang terdapat dalam delima, di antaranya saponin, polifenol, flavonoid, tanin, boorzuur dan alkaloid, misal peletirin, pseudopeletirin, iso-peletirin, serta metilpeletirin. Efek farmakologis yang dimiliki delima, di antaranya obat cacing, obat batuk, dan anti disentri.

Akar, kulit kayu, kulit akar, kulit buah, daun, buah, bunga, dan biji delima dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut :

Mengobati Cacingan, Batuk, Mencret, dan Disentri.


Cuci bersih 10gr akar kering delima, potong kecil-kecil, lalu rebus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Dinginkan, saring, lalu minum sekaligus 1 kali sehari.

Mengatasi Kegemukan (obesitas).


Cuci bersih 2 butir daging buah delima yang masih muda lalu tumbuk halus. Seduh dengan setengah cangkir air panas, tambahkan garam secukupnya, lalu aduk rata. Saring dengan kain lalu minum sekaligus 1 kali sehari. Ulangi secara rutin setiap hari sampai diperoleh hasil yang diinginkan. Hindari makanan yang berlemak.

Mengobati Radang Selaput Lendir Gusi (ginggivitis).


Cuci bersih 7 kuntum bunga delima segar, rebus dengan 1 gelas air sampai mendidih. Dinginkan, saring, lalu gunakan untuk kumur-kumur.

Manfaat Khasiat Delima Untuk Mengobati Cacingan Batuk Mencret Disentri Kegemukan Radang Selaput Lendir Gusi

Subscribe Our Newsletter