Delima (Punica Granatum L) adalah tanaman buah tanaman yang berasal dari Persia dan daerah Himalaya di India Selatan. Buah delima yang tersebar di Indonesia ada tiga jenis yang dikelompokkan berdasarkan warna buahnya, yakni delima putih, delima merah, dan delima hitam. Dari ketiga jenis itu yang paling terkenal adalah delima merah. Delima merah memiliki rasa lebih manis dan segar, sedangkan delima putih rasanya lebih sepat dan kesat serta kurang manis. Delima putih dan delima hitam agak sulit ditemukan di pasaran. 

Tinggi pohon delima merah kurang lebih mencapai 5 meter, menyukai tanah gembur yang tidak terendam air dan memiliki beberapa varietas. Memiliki daun tunggal, bertangkai pendek, letaknya berkelompok, mengkilap, berbentuk lonjong dengan pangkal lancip, ujung tumpul, tepi rata, tulang menyirip, ukuran panjang daun 3-7 cm dan lebar 0,5-2,5 cm, warna hijau. Bunga tunggal bertangkai pendek, keluar di ujung ranting atau di ketiak daun paling atas. Biasanya terdapat satu sampai lima bunga, warnanya merah, putih atau ungu. Berbunga sepanjang tahun. Kulit buahnya tebal dan warnanya beragam seperti hijau keunguan, putih, coklat kemerahan atau ungu kehitaman. Buahnya berbentuk bulat dengan diameter 5-12 cm, beratnya kurang lebih 100 – 300 gram, terdiri dari biji-biji kecil, tersusun tidak beraturan, berwarna putih sampai kemerahan. Perbanyakan dengan stek, tunas akar atau cangkok.

Beberapa sebutan Delima dibeberapa daerah di Indonesia diantaranya : Dalimo (Batak), Glimo (Aceh), Glimeu mekah (Gayo), Talima 9Bima), Dhalima (Madura). Bahasa inggris menyebutnya dengan pomegranate sedangkan China menyebutnya dengan shi liu.

Delima memiliki rasa asam pahit dan bersifat hangat. Beberapa bahan kimia yang terdapat dalam delima, di antaranya saponin, polifenol, flavonoid, tanin, boorzuur dan alkaloid, misal peletirin, pseudopeletirin, iso-peletirin, serta metilpeletirin. Efek farmakologis yang dimiliki delima, di antaranya obat cacing, obat batuk, dan anti disentri.

Akar, kulit kayu, kulit akar, kulit buah, daun, buah, bunga, dan biji delima dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut :

Mengobati Cacingan, Batuk, Mencret, dan Disentri.


Cuci bersih 10gr akar kering delima, potong kecil-kecil, lalu rebus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Dinginkan, saring, lalu minum sekaligus 1 kali sehari.

Mengatasi Kegemukan (obesitas).


Cuci bersih 2 butir daging buah delima yang masih muda lalu tumbuk halus. Seduh dengan setengah cangkir air panas, tambahkan garam secukupnya, lalu aduk rata. Saring dengan kain lalu minum sekaligus 1 kali sehari. Ulangi secara rutin setiap hari sampai diperoleh hasil yang diinginkan. Hindari makanan yang berlemak.

Mengobati Radang Selaput Lendir Gusi (ginggivitis).


Cuci bersih 7 kuntum bunga delima segar, rebus dengan 1 gelas air sampai mendidih. Dinginkan, saring, lalu gunakan untuk kumur-kumur.

Manfaat Khasiat Delima Untuk Mengobati Cacingan Batuk Mencret Disentri Kegemukan Radang Selaput Lendir Gusi

Delima (Punica Granatum L) adalah tanaman buah tanaman yang berasal dari Persia dan daerah Himalaya di India Selatan. Buah delima yang tersebar di Indonesia ada tiga jenis yang dikelompokkan berdasarkan warna buahnya, yakni delima putih, delima merah, dan delima hitam. Dari ketiga jenis itu yang paling terkenal adalah delima merah. Delima merah memiliki rasa lebih manis dan segar, sedangkan delima putih rasanya lebih sepat dan kesat serta kurang manis. Delima putih dan delima hitam agak sulit ditemukan di pasaran. 

Tinggi pohon delima merah kurang lebih mencapai 5 meter, menyukai tanah gembur yang tidak terendam air dan memiliki beberapa varietas. Memiliki daun tunggal, bertangkai pendek, letaknya berkelompok, mengkilap, berbentuk lonjong dengan pangkal lancip, ujung tumpul, tepi rata, tulang menyirip, ukuran panjang daun 3-7 cm dan lebar 0,5-2,5 cm, warna hijau. Bunga tunggal bertangkai pendek, keluar di ujung ranting atau di ketiak daun paling atas. Biasanya terdapat satu sampai lima bunga, warnanya merah, putih atau ungu. Berbunga sepanjang tahun. Kulit buahnya tebal dan warnanya beragam seperti hijau keunguan, putih, coklat kemerahan atau ungu kehitaman. Buahnya berbentuk bulat dengan diameter 5-12 cm, beratnya kurang lebih 100 – 300 gram, terdiri dari biji-biji kecil, tersusun tidak beraturan, berwarna putih sampai kemerahan. Perbanyakan dengan stek, tunas akar atau cangkok.

Beberapa sebutan Delima dibeberapa daerah di Indonesia diantaranya : Dalimo (Batak), Glimo (Aceh), Glimeu mekah (Gayo), Talima 9Bima), Dhalima (Madura). Bahasa inggris menyebutnya dengan pomegranate sedangkan China menyebutnya dengan shi liu.

Delima memiliki rasa asam pahit dan bersifat hangat. Beberapa bahan kimia yang terdapat dalam delima, di antaranya saponin, polifenol, flavonoid, tanin, boorzuur dan alkaloid, misal peletirin, pseudopeletirin, iso-peletirin, serta metilpeletirin. Efek farmakologis yang dimiliki delima, di antaranya obat cacing, obat batuk, dan anti disentri.

Akar, kulit kayu, kulit akar, kulit buah, daun, buah, bunga, dan biji delima dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut :

Mengobati Cacingan, Batuk, Mencret, dan Disentri.


Cuci bersih 10gr akar kering delima, potong kecil-kecil, lalu rebus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Dinginkan, saring, lalu minum sekaligus 1 kali sehari.

Mengatasi Kegemukan (obesitas).


Cuci bersih 2 butir daging buah delima yang masih muda lalu tumbuk halus. Seduh dengan setengah cangkir air panas, tambahkan garam secukupnya, lalu aduk rata. Saring dengan kain lalu minum sekaligus 1 kali sehari. Ulangi secara rutin setiap hari sampai diperoleh hasil yang diinginkan. Hindari makanan yang berlemak.

Mengobati Radang Selaput Lendir Gusi (ginggivitis).


Cuci bersih 7 kuntum bunga delima segar, rebus dengan 1 gelas air sampai mendidih. Dinginkan, saring, lalu gunakan untuk kumur-kumur.
Load Comments

Subscribe Our Newsletter